Pertamina Menyelesaikan Unit Panas Bumi di Lampung Senilai US$397 juta

Pertamina Menyelesaikan Unit Panas Bumi di Lampung Senilai US$397 juta

Pertamina Geothermal Energy (PGE), anak perusahaan raksasa energi milik negara, Pertamina, telah menyelesaikan pembangunan Unit 3 dan 4 dari Ulubelu geothermal power plant di Lampung, dengan total kapasitas 2×55 megawatt (MW).

Unit 3 telah memulai kegiatan komersial sejak bulan Juli 2016, dan 4 Unit di bulan Maret tahun ini. Dua unit baru memiliki total nilai investasi sebesar US$397 juta.

Sementara itu, pembangkit listrik Unit 1 dan 2 dari Ulubelu yang dioperasikan oleh bumn perusahaan listrik PLN, juga memiliki total kapasitas 2×55 MW. PGE hanya memasok energi panas bumi untuk bahan bakar unit-unit ini.

Secara total, Ulubelu pabrik sekarang menghasilkan 220 MW listrik, atau 25 persen dari seluruh permintaan listrik di Lampung,” PGE general manager untuk wilayah Ulubelu, Dirgo Rahayu, kepada wartawan saat media visit ke Ulubelu fasilitas di Lampung pada Jumat yang lalu.

Saat ini, PGE memberikan kontribusi sekitar 35 persen energi yang dihasilkan oleh semua yang ada pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia, yang memiliki kapasitas gabungan dari 1,698.5 MW.

Pada akhir 2017, pemerintah menargetkan peningkatan total kapasitas 1,858.5 MW melalui penyelesaian tiga fasilitas lainnya: Sarulla Unit II (110 MW) dan Sorik Merapi Modular Unit I plant (20 MW) di Sumatera Utara, dan Karaha Bodas plant (30 MW) di Jawa Barat. Dalam jangka panjang, Indonesia bertujuan untuk menghasilkan 7,200 MW dari pembangkit listrik tenaga panas bumi pada tahun 2025, atau 3,8 persen dari target 23 persen dari bauran energi nasional dari sumber-sumber energi terbarukan.

Baca juga:  Bank Indonesia Merevisi Target Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Related posts

Leave a Comment