Indonesia Dituduh Menangkap Lebih Dari 1.000 Aktifis di Papua Barat

Aktivis mengatakan penahanan yang terjadi selama aksi unjuk rasa menyerukan referendum kemerdekaan.

Polisi Indonesia dituduh menangkap lebih dari 1000 orang aktifis pada rapat umum di Papua Barat menuntut referendum kemerdekaan.

Bagian dari paling timur Indonesia di pulau New Guinea, Etnis Papua Barat yang berbeda dari seluruh negara dan dianeksasi oleh Indonesia pada tahun 1969. Banyak orang Papua menganggap pengambilalihan telah menjadi perampasan tanah ilegal.

Protes berlangsung di Papua Barat pekan ini, aktivis mengatakan, posting foto di media sosial dari wajah mereka yang dicat dengan warna biru dan merah dari Bintang Kejora, bendera (bintang kejora) dilarang digunakan oleh pendukung kemerdekaan Papua Barat.

Pemerintah dan polisi tidak mengakui penangkapan, yang oleh para aktivis telah terjadi sejak Rabu. Yogya Post tidak dapat secara independen memverifikasi laporan.

Surat kabar Jakarta Post mengutip seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya dari markas polisi Jayapura lokal yang menegaskan bahwa beberapa penahanan telah dilakukan.

Ya, mereka di bawah pemeriksaan,” petugas seperti dikutip.

Pada bulan Mei, 1500 pengunjuk rasa ditahan, aktivis mengatakan itu penangkapan massal terbesar selama era demokrasi Indonesia, yang dimulai pada tahun 1998. Pada saat itu, polisi mengakui penahanan, mengatakan mereka telah dibuat karena penyelenggara reli tidak memiliki diperlukan izin.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah mengunjungi Papua – sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya – dan dirilis tahanan politik dalam upaya peredaan. Dia mengatakan dia akan melakukan perjalanan ke Papua tiga kali setahun.

Baca juga:  Facebook Messenger Gives Voice on iOS and Android

Banyak orang Papua Barat menuduh militer Indonesia melakukan pelanggaran selama beberapa dekade. Baru-baru ini, warga mempertanyakan objektivitas misi pencari fakta yang dipimpin oleh Indonesia dalam pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Belanda ‘menahan’ Papua setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, namun pada saat Jakarta pindah ke daerah pada tahun 1962 dan secara resmi mengambil alih tujuh tahun kemudian setelah referendum yang luas dikecam sebagai man telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.

Pemimpin kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda, yang melarikan diri ke Inggris pada tahun 2003 dan diberikan suaka politik, mengatakan dalam sebuah pernyataan pekan ini bahwa “Sementara demonstrasi kami sepenuhnya damai, polisi Indonesia bertekad untuk menggunakan kekerasan untuk menghancurkan mereka. penangkapan massal tersebut dan kebrutalan menjadi semakin umum di Papua Barat dan diperkirakan bahwa dalam dua bulan terakhir, hampir 3.000 orang Papua Barat telah ditangkap oleh pihak berwenang Indonesia. Orang saya tidak bisa diam sementara hak-hak asasi manusia kami terus dihancurkan, dilanggar dan menyangkal kepada kami oleh kekuasaan kolonial menduduki ini brutal.

Related posts

Leave a Comment