Kontroversi Piala Dunia bayangi hubungan AS dan Eropa jelang KTT NATO

Keputusan FIFA mencabut larangan bermain penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun setelah Presiden Donald Trump meminta peninjauan memicu kemarahan Belgia dan pejabat sepak bola Eropa, sekaligus menambah ketegangan trans-Atlantik menjelang KTT NATO di Ankara.

Wasit Raphael Claus mengeluarkan kartu merah kepada Folarin Balogun dalam laga Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina.
Wasit Raphael Claus mengeluarkan kartu merah kepada penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Bosnia dan Herzegovina Tarik Muharemovic dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia dan Herzegovina di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, California, 1 Juli 2026. Foto oleh Maja Hitij/Getty Images

Hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa memasuki babak baru yang tidak biasa pada Senin ketika sengketa di lapangan sepak bola berkembang menjadi persoalan diplomatik. Belgia dan sejumlah pejabat sepak bola Eropa mengecam keputusan FIFA yang mencabut larangan bermain terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, hanya beberapa jam sebelum pertandingan Piala Dunia melawan Belgia. Kontroversi itu muncul setelah Presiden Donald Trump mengakui telah meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kembali kartu merah yang membuat Balogun semula harus menjalani skorsing satu pertandingan.

Perselisihan tersebut terjadi pada saat hubungan trans-Atlantik sudah berada dalam tekanan akibat berbagai isu geopolitik. Para pemimpin negara anggota NATO dijadwalkan berkumpul di Ankara, Turki, mulai Selasa untuk membahas masa depan aliansi militer Barat, peningkatan belanja pertahanan, serta perang Rusia-Ukraina yang kembali memanas. Di tengah agenda strategis itu, kontroversi mengenai sepak bola justru berkembang menjadi simbol baru ketegangan antara Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa.

Sejak awal 2026, pemerintahan Trump telah memicu serangkaian gesekan dengan negara-negara Eropa. Ancaman untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom milik Denmark yang merupakan anggota NATO, mengguncang hubungan dalam aliansi. Trump juga mengkritik para pemimpin Eropa karena dianggap tidak memberikan dukungan yang memadai kepada Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.

Washington juga berulang kali mengancam mengurangi kehadiran pasukan Amerika di Eropa, yang selama ini dipandang sebagai elemen penting dalam strategi pencegahan terhadap Rusia. Pada saat yang sama, Trump terus menekan negara-negara anggota NATO agar meningkatkan anggaran pertahanan mereka sesuai target yang telah disepakati.

Para pemimpin Eropa berharap KTT NATO di Ankara dapat menunjukkan bahwa mereka telah meningkatkan belanja militer secara signifikan sehingga mampu mempertahankan komitmen Amerika Serikat terhadap aliansi. Pertemuan itu berlangsung ketika Rusia kembali meningkatkan serangan terhadap Ukraina. Serangan udara pekan lalu menewaskan 31 orang di Kyiv, sementara gelombang serangan berikutnya pada Senin pagi menewaskan sedikitnya 12 orang.

Di tengah situasi tersebut, perhatian publik beralih ke keputusan FIFA yang dinilai tidak lazim. Menurut sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, Trump pekan lalu menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino dan meminta organisasi sepak bola dunia itu meninjau kembali hukuman terhadap Balogun, pencetak gol terbanyak Amerika Serikat di Piala Dunia, setelah sang pemain menerima kartu merah yang membuatnya dilarang tampil dalam pertandingan berikutnya.

Sehari kemudian, FIFA mengumumkan bahwa skorsing satu pertandingan terhadap Balogun dicabut sehingga pemain tersebut tetap dapat memperkuat Amerika Serikat menghadapi Belgia.

Keputusan itu langsung memicu reaksi keras dari Brussel. Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prévot, yang sebelumnya pernah menjadi wasit sepak bola, mengatakan keputusan FIFA menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen organisasi tersebut terhadap prinsip fair play.

“Keputusan ini jelas menimbulkan banyak pertanyaan. Jika benar sebuah panggilan telepon menjadi alasan di balik keputusan yang sulit dipahami ini, maka hal itu berarti merusak aturan paling mendasar dalam sepak bola dan olahraga,” katanya.

Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) kemudian mengumumkan akan menggugat kelayakan Balogun untuk tampil dalam pertandingan tersebut. Federasi menyatakan sangat prihatin terhadap proses yang menghasilkan pencabutan hukuman itu dan menilai tidak ada pilihan lain selain mengajukan keberatan resmi.

Namun upaya tersebut segera ditolak. Komite Banding FIFA menyatakan permohonan Belgia tidak dapat diterima karena RBFA bukan pihak dalam proses hukum yang menghasilkan pencabutan hukuman sehingga tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan banding.

Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) juga melontarkan kritik yang tidak kalah tajam. Dalam pernyataannya, UEFA menyebut keputusan FIFA telah “melewati garis merah” dan menggambarkannya sebagai keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, serta tidak dapat dibenarkan.

Meskipun Belgia masih memperoleh hak untuk mengajukan banding lebih lanjut, tidak ada kepastian apakah proses tersebut dapat diselesaikan sebelum pertandingan dimulai pada Senin malam waktu Amerika Serikat.

Banyak pengamat sepak bola menilai keputusan FIFA sangat tidak biasa karena pencabutan skorsing menjelang pertandingan penting jarang terjadi. Langkah itu sekaligus menjadi keuntungan besar bagi tim nasional Amerika Serikat yang dapat kembali memainkan pencetak gol utamanya pada fase krusial turnamen.

Hubungan dekat antara Trump dan Infantino turut menjadi sorotan. Presiden FIFA dalam beberapa tahun terakhir diketahui menjalin komunikasi intensif dengan Trump. Tahun lalu, Infantino bahkan menganugerahkan FIFA Peace Prize kepada Trump ketika presiden tersebut masih berupaya, meski akhirnya gagal, meraih Hadiah Nobel Perdamaian.

Berbicara di Gedung Putih pada Senin, Trump membenarkan bahwa dirinya telah menelepon Infantino untuk memprotes kartu merah Balogun dan meminta dilakukan peninjauan.

“Saya menonton pertandingan itu. Sebagai pencinta olahraga, saya melihat itu bukan pelanggaran, bahkan bukan sebuah pelanggaran ringan,” kata Trump.

Meski demikian, Trump membantah telah mengintervensi proses pengambilan keputusan FIFA.

“Saya tidak memberi tahu dia apa yang harus dilakukan. Saya tidak bisa memberi tahu dia apa yang harus dilakukan, dan saya tidak percaya dia yang mengambil keputusan. Saya pikir sebuah komite yang mengambil keputusan itu, dan mereka mengambil keputusan yang benar karena itu bukan pelanggaran dan semua orang ingin melihat pertandingan dengan pemain-pemain terbaik,” ujarnya.

Infantino juga memberikan penjelasan mengenai pembicaraan tersebut. Ia mengatakan dirinya memang secara rutin berdiskusi dengan Trump mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan Piala Dunia. Dalam percakapan terakhir mereka, kata Infantino, ia menjelaskan bahwa kasus Balogun sedang diproses oleh badan peradilan independen FIFA dan keputusan akan diambil sesuai mekanisme organisasi.

“Itulah cara sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya pertahankan,” katanya.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Belgia, Bill White, ikut membela keputusan FIFA. Dalam unggahannya di media sosial X, ia mengatakan Trump tidak pernah mencampuri urusan internal FIFA.

Namun penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meredakan kemarahan di Eropa. Sejumlah analis menilai kontroversi itu dapat memperburuk persepsi mengenai gaya kepemimpinan Trump yang selama ini dianggap mengabaikan norma dan aturan internasional.

Mujtaba Rahman, Direktur Pelaksana untuk Eropa di Eurasia Group, mengatakan polemik sepak bola kemungkinan tidak akan mengguncang fondasi hubungan trans-Atlantik secara langsung. Namun menurutnya, insiden tersebut menjadi pengingat yang sangat tepat mengenai cara Trump menjalankan kebijakan luar negerinya.

“Pendekatan yang tidak dibatasi oleh aturan maupun norma, serta pengejaran tanpa kompromi terhadap kebijakan America First dalam hampir setiap tindakannya,” katanya.

Di Belgia, respons bahkan muncul dengan cara yang tidak biasa. Ketika dimintai komentar mengenai keputusan FIFA, juru bicara Perdana Menteri Bart De Wever justru merujuk pada unggahan Instagram yang dikaitkan dengan kucing peliharaan sang perdana menteri.

“Kartu merah? Saya tetap akan bermain!” demikian bunyi unggahan berbahasa Belanda tersebut, yang dengan cepat menyebar luas di media sosial.

Jacob Funk Kirkegaard, analis di lembaga kajian Bruegel yang berbasis di Belgia, mengatakan banyak pemimpin Eropa kemungkinan melihat kontroversi itu sebagai contoh lain mengenai persepsi bahwa Amerika Serikat di bawah Trump semakin bertindak tanpa memperhatikan aturan yang berlaku.

Dalam jangka panjang, menurutnya, perkembangan tersebut dapat semakin menyulitkan para politisi sayap kanan Eropa yang sebelumnya memiliki kedekatan politik dengan Trump untuk terus mempertahankan hubungan tersebut.

Meski demikian, kepentingan strategis dinilai akan tetap mendominasi hubungan kedua belah pihak. Di tengah meningkatnya serangan Rusia terhadap Ukraina, para pemimpin Eropa masih sangat membutuhkan dukungan Washington, terutama terkait pasokan sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat yang menjadi komponen penting dalam mempertahankan kota-kota Ukraina dari serangan rudal balistik Rusia.

Karena itu, di balik kemarahan atas keputusan FIFA, para pemimpin Eropa diperkirakan akan tetap berhati-hati agar polemik sepak bola tidak berkembang menjadi konflik diplomatik yang lebih luas. Dengan perang di Ukraina yang terus memburuk dan masa depan NATO menjadi taruhan dalam KTT Ankara, mereka dinilai tidak memiliki ruang politik untuk membuka front perselisihan baru dengan Amerika Serikat.

Aulia Utomo
Aulia Utomo
I am a football reporter for The Yogya Post, covering domestic leagues, European competitions, club politics, tactics, and the culture that shapes the modern game.
RELATED

Leave a Reply

Popular