
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan fokus utama penanganan insiden tabrakan yang melibatkan Kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di kawasan Stasiun Bekasi Timur adalah proses evakuasi penumpang serta penyelamatan awak sarana. Perusahaan juga memastikan koordinasi lintas pihak terus dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin malam, menyampaikan bahwa seluruh sumber daya saat ini dikerahkan untuk memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.
“Saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan,” kata Anne.
Menurut KAI, insiden operasional tersebut terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, yang berada di bawah Daerah Operasi 1 Jakarta, dan berdampak pada gangguan perjalanan sejumlah layanan kereta api. Peristiwa ini juga menyebabkan adanya penyesuaian operasional di beberapa lintas perjalanan yang terdampak langsung maupun tidak langsung.
Dalam keterangannya, KAI menyampaikan bahwa pihaknya memahami situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan maupun keluarga penumpang yang sedang menunggu informasi lebih lanjut mengenai kondisi kerabat mereka.
“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar,” ujar Anne.
Seiring dengan penanganan di lokasi, PT KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas insiden yang terjadi. Perusahaan menegaskan bahwa langkah prioritas saat ini bukan pada penyampaian detail kronologi, melainkan pada penanganan darurat di lapangan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” ucap Anne.
Ia menambahkan, tim KAI di lapangan terus bekerja untuk memastikan seluruh penumpang dan petugas yang terlibat mendapatkan pertolongan secepat dan sebaik mungkin. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk petugas operasional, tim keselamatan, serta pihak pendukung lainnya yang berada di lokasi kejadian.
Selain itu, KAI juga menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku. Fokus utama saat ini adalah stabilisasi situasi di lokasi serta pemulihan layanan secara bertahap.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujar Anne.
Dalam perkembangan selanjutnya, KAI berkomitmen untuk memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada publik seiring dengan progres penanganan insiden di lokasi. Informasi resmi akan disampaikan melalui kanal komunikasi perusahaan agar masyarakat memperoleh data yang akurat dan terverifikasi.
Pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perjalanan kereta maupun kondisi terkini dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121 yang beroperasi selama 24 jam.
Peristiwa ini sebelumnya telah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial, dengan sejumlah unggahan yang menampilkan kondisi di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, KAI menegaskan bahwa saat ini pihaknya belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penyebab insiden tersebut karena seluruh fokus masih diarahkan pada proses evakuasi dan penanganan penumpang.
KAI memastikan bahwa setelah tahapan darurat selesai, investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.