Marc Marquez ingin menikmati akhir karier usai perpanjang kontrak dengan Ducati

Juara bertahan MotoGP itu mengaku tidak ingin menutup karier dengan tekanan dan cedera, meski masih berpeluang menyamai rekor gelar Giacomo Agostini.

Marc Márquez diwawancarai di area paddock jelang MotoGP Ceko di Sirkuit Brno.
Marc Marquez dari Spanyol yang mengendarai Ducati Lenovo diwawancarai oleh DAZN di area paddock menjelang MotoGP Ceko di Sirkuit Brno, Brno, Republik Ceko, 18 Juni 2026. Foto oleh Gold & Goose/Getty Images

Marc Marquez menegaskan ambisi terbesarnya bukan lagi mengejar rekor, melainkan menikmati tahun-tahun terakhir dalam karier balapnya setelah menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun bersama Ducati.

Pebalap Spanyol berusia 33 tahun itu masih berada di jalur untuk mengukir sejarah. Sebagai juara bertahan MotoGP, Marquez hanya membutuhkan satu gelar lagi untuk menyamai rekor delapan gelar kelas utama milik Giacomo Agostini. Ia juga terpaut 14 kemenangan dari rekor 89 kemenangan MotoGP yang dipegang Valentino Rossi.

Meski demikian, Marquez mengatakan prioritas utamanya kini adalah menikmati setiap momen di lintasan.

“Ambisi terbesar saya adalah menikmati gairah saya pada tahun-tahun terakhir karier ini,” kata Marquez.

Ia menilai tidak sedikit atlet yang justru mengakhiri karier dengan rasa kecewa terhadap olahraga yang mereka cintai karena harus menghadapi cedera, tekanan, maupun hasil yang tidak sesuai harapan.

“Itulah yang ingin saya hindari. Saya hanya ingin menikmati tahun-tahun terakhir dalam karier saya, dan itu menjadi target utama,” ujarnya.

Marquez juga menepis anggapan bahwa kontrak barunya bersama Ducati otomatis menjadi kontrak terakhir dalam kariernya di MotoGP.

“Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi kontrak terakhir saya atau tidak. Yang saya inginkan adalah mengenang tahun-tahun terakhir karier saya dengan cara yang baik,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan semangat untuk tetap kompetitif tidak berubah. Menurut Marquez, dirinya akan terus berusaha memberikan performa maksimal setiap kali turun ke lintasan, sementara target-target performa akan dibahas lebih lanjut pada jeda musim dingin mendatang.

Secara matematis, Marquez belum mungkin menyamai rekor kemenangan Rossi pada musim ini. Namun, peluang menyamai delapan gelar juara dunia milik Agostini masih terbuka.

Setelah menjalani awal musim yang sulit, termasuk operasi bahu lanjutan seusai balapan di Le Mans, Marquez berhasil memangkas jarak di klasemen. Ia kini hanya terpaut 42 poin dari pemuncak klasemen sementara, Jorge Martín, menjelang seri MotoGP Jerman akhir pekan depan.

Related

Tinggalkan Balasan

Popular